Mahasiswa Unhas Rayakan Hangeul Day Ala Korea
Rabu, 9 Oktober 2013 23:49 WITA

ist
Kampus Universitas Hasanuddin
Hangeul merupakan aksara dari Korea Selatan. Hangeul day merupakan hari dimana Raja Sejong mempublikasikan abjad yang diberi nama Hunmin Jeongeum untuk memudahkan warga Korea yang kesulitan menulis aksara tionghoa. Kegiatan tersebut dilaksanakan Paechae University yang bernaung di bawah Sejong University dan telah bekerja sama dengan Unhas.
"Sejong University yang bekerja sama dengan Unhas mengirimkan tenaga pengajar bahasa Korea dari Paechae University untuk mengajar mahasiswa di Unhas. Jadi, kegiatan ini untuk mengenalkan budaya dan permainan tradisional dari Korea Selatan kepada mahasiswa Unhas,"ujar Dosen Bahasa Korea Fakultas Ilmu Budaya Unhas, Muh Syahrun Syam.
Kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan tersebut diadakan berbagai kegiatan seperti pameran pakaian tradisional dan topeng dari Korea Selatan, stan pengenalan rumah tradisional dan gedung-gedung yang menjadi ciri khas Korea Selatan, serta stan makanan khas korea seperti Kimchi.
Stan yang paling banyak diburu mahasiswa adalah stan-stan permainan tradisional Korea Selatan seperti Tohu, Sumpit, Jegi, Piseok chigi, dan gulengsoi. Jika mereka mampu memenangkan permainan tersebut, mereka dapat menukarkan poin dengan berbagai hadiah kecil.
Kegiatan tersebut juga turut dihadiri Rektor Unhas, Prof dr Idrus A Paturusi dan Wakil Rektor IV Unhas, Prof Dr Dwia Aries Tina.
"Menghargai budaya oranglain bukan berarti kita melupakan budaya asli Indonesia. Namun, dengan adanya kegiatan semacam ini kita dapat belajar dan menghargai budaya dari negara orang lain,"ujar Prof Dwia Aries Tina.
Hangeul merupakan aksara dari Korea Selatan. Hangeul day merupakan hari dimana Raja Sejong mempublikasikan abjad yang diberi nama Hunmin Jeongeum untuk memudahkan warga Korea yang kesulitan menulis aksara tionghoa. Kegiatan tersebut dilaksanakan Paechae University yang bernaung di bawah Sejong University dan telah bekerja sama dengan Unhas.
"Sejong University yang bekerja sama dengan Unhas mengirimkan tenaga pengajar bahasa Korea dari Paechae University untuk mengajar mahasiswa di Unhas. Jadi, kegiatan ini untuk mengenalkan budaya dan permainan tradisional dari Korea Selatan kepada mahasiswa Unhas,"ujar Dosen Bahasa Korea Fakultas Ilmu Budaya Unhas, Muh Syahrun Syam.
Kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan tersebut diadakan berbagai kegiatan seperti pameran pakaian tradisional dan topeng dari Korea Selatan, stan pengenalan rumah tradisional dan gedung-gedung yang menjadi ciri khas Korea Selatan, serta stan makanan khas korea seperti Kimchi.
Stan yang paling banyak diburu mahasiswa adalah stan-stan permainan tradisional Korea Selatan seperti Tohu, Sumpit, Jegi, Piseok chigi, dan gulengsoi. Jika mereka mampu memenangkan permainan tersebut, mereka dapat menukarkan poin dengan berbagai hadiah kecil.
Kegiatan tersebut juga turut dihadiri Rektor Unhas, Prof dr Idrus A Paturusi dan Wakil Rektor IV Unhas, Prof Dr Dwia Aries Tina.
"Menghargai budaya oranglain bukan berarti kita melupakan budaya asli Indonesia. Namun, dengan adanya kegiatan semacam ini kita dapat belajar dan menghargai budaya dari negara orang lain,"ujar Prof Dwia Aries Tina.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar