Jakarta,
BNP2TKI, Senin (28/10) - Deputi Penempatan BNP2TKI Agusdin Subiantoro
mengatakan dibandingkan dengan 14 negara lain, Indonesia tertinggi dalam
menempatkan tenaga kerja ke Korea Selatan pada 2013.
Agudin di
Jakarta, Senin (28/10) mengutip data statisitik penempatan yang dirilis
oleh Direktur Employement Permit System (EPS) Center Jakarta menunjukkan
bahwa per bulan September 2013 angka penempatan TKI ke Korsel mencapai
7.239 sementara negara pesaing utama Indonesia, yaitu Kamboja berada di
bawah jumlah Indonesia yaitu 7.150 orang.
Pemerintah Korea melalui
Direktur EPS Center Jakarta Kyung-Il Min didampingi Atase Tenaga Kerja
dari Kedutaan Korea di Jakarta, Kim Yong Wun pada Selasa 22 Oktober lalu
telah menemui Deputi Penempatan dan Direktur Pelayanan Penempatan
Pemerintah Haposan Saragih guna memberikan apresiasi kepada BNP2TKI atas
pencapaian penempatan tenaga kerja asing tertinggi di antara 14 negara
pesaing lainnya.
Kementreian Tenaga Kerja Korsel pada 2013
mengeluarkan kuota tenaga kerja asing untuk 15 negara penempatan dengan
total permintaan berjumlah 62.000 orang terdiri atas 52.000 untuk
pekerja baru dan 10.000 orang untuk pekerja yang ditempatkan ulang
(re-entering workers).
Untuk Indonesia, kata Agusdin, dari 13.700
pencari kerja ke Korea yang sudah lulus EPS TOPIK, ada 7.300 kuota yang
diberikan untuk berbagai sektor industri meliputi manufaktur,
konstruksi, pertanian, perikanan dan jasa.
"TKI Indonesia dikenal
cepat bekerja, adaptasi yang tinggi, rajin, berdedikasi dan loyal dengan
perusahaan," kata Kim kepada Agusdin.
Hingga 27 Oktober 2013,
angka penempatan TKI sudah berjumlah 8.156 dan itu berarti sudah
melampaui dari kuota yang diberikan sebesar 7.300 orang. Diperkirakan
sampai akhir tahun nanti jumlah TKI yang akan ditempatkan bisa mencapai
10.000 orang.(zul/toh/b)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar